Latest News

Successful Entrepreneurs Who Care About Education

 

R. Agung Nugroho Susanto, S.H., salah satu Kakak Bintang yang mencapai rekor pensupport Adik Bintang terbanyak -hingga 18 Adik Bintang- ini memiliki darah ningrat Yogyakarta, tapi lahir di Bandar Lampung. Kak Agung sekarang menjadi pemimpin jaringan bisnis waralaba Simply Fresh Laundry™ dibawah bendera perusahaan PT. Sushantco Indonesia sebagai CEO/ Presiden Direktur.

Pengusaha sukses ini mempercayakan dana amalnya pada hoshiZora karena Kak Agung menilai program hoshiZora sangat bagus dan penyalurannya tepat sasaran. Permasalahan pendidikan di Indonesia memang tidak jauh dari masalah biaya pendidikan yang dinilai mahal. Untuk menangani permasalahan ini, Kak Agung berpendapat pemerintah harus lebih maksimal lagi dalam menjalankan program orang tua asuh 9 tahun. Seperti di luar negeri, pendidikan dini 9 tahun wajib dibiayai oleh negara tanpa ada pumungutan lainnya.

Selain itu, perlu ditingkatkan pula kesadaran masyarakat bahwa SMK/ sekolah kejuruan lebih sesuai untuk generasi muda yang ingin ‘siap kerja’. Karena memberikan keterampilan atau lifeskill, dan kesiapan mental siswa dalam menghadapi kemandirian hidup. Simak cuplikan kisah Kak Agung menuju sukses berikut ini:

 

* * *

Flashback

 

Di sebuah bangunan 28 meter persegi di kawasan Gejayan, belajar sambil sesekali mengawasi mesin cuci yang masih bekerja. Hanya ditemani cucian kotor menggunung.

Sebagai mahasiwa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Kak Agung harus belajar untuk ujian besok. Tapi, sebagai enterpreneur, ia tak mau pelanggannya kecewa. “Hampir tiap hari begadang” katanya, mengenang perjuangannya mengembangkan bisnis laundry kiloan yang diberi nama Simply Fresh, tiga tahun silam.

Kini, pada usia 25, bisnis binatu kiloan itu sudah menyegarkan hidupnya. Simply Fresh sejatinya bukan usaha pertama Kak Agung. Kak Agung pernah menekuni bisnis Kakaian dan berdagang telepon seluler, tapi gagal. Namun pelahap buku-buku motivasi itu pantang menyerah. “Orang sukses itu rata-rata berbisnis mulai dari nol,” kata pria yang baru menikah Juni 2010 lalu itu. “Yang penting action.”

Pada 28 Februari 2006 -saat semester kelima- Simply Fresh resmi berdiri. Bermodal Rp 30 juta, sisa keuntungan dua usaha sebelumnya, plus pinjaman dari lembaga pembiayaan, dengan menyewa bangunan di Jalan Flamboyan, Gejayan. Sisanya dibelikan satu mesin cuci, mesin pengering, dan setrika listrik.

Dalam sebulan, Simply Fresh menjadi laundry favorit para mahasiswa di daerah itu, mengalahkan tiga per-usahaan laundry lain yang lebih dulu ada, karena harganya lebih murah, Rp 2.500 per kilogram. Konsumen boleh memilih jenis pewangi Kakaian, dan tak ada batas minimal. “Laundry kiloan biasanya hanya mau menerima minimal lima kilo cucian” kata Kak Agung, yang sejak SMP hidup mandiri, terpisah dari orang tuanya yang menetap di Bandar Lampung.

Kak Agung juga berani menawarkan cuci kilat selesai dalam empat jam. Dengan peralatan seadanya plus dua karyawan, ia ikut mencuci dan menyetrika. Dia juga tak sungkan berkeliling mengambil cucian kotor dari pelanggan, yang sebagian besar adalah teman kuliahnya. Di awal usaha, omzet sebulan Rp 8 juta, sebagian besar habis untuk keperluan operasional dan menggaji dua karyawan. “Saya belum mengejar keuntungan, tapi mencari pelanggan”, tutur Kak agung.

Melihat pasar yang menjanjikan, Kak Agung nekat membuka cabang di daerah Monumen Jogja Kembali (Monjali) dan Selokan Mataram. Modal tambahan dia pinjam dari Bank Perkreditan Rakyat dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor. Meski makin sibuk berbisnis, anak ketiga dari enam bersaudara itu tetap bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu: empat tahun, dengan indeks prestasi yang cukup baik 3,3.

Atas desakan orang tua, Kak Agung sempat melamar ke Bank Indonesia. Namun dia mundur setelah lulus hingga tahap wawancara terakhir. Panggilan menjadi pebisnis lebih kuat dibanding menjadi pegawai kantoran. “Aku berjanji kepada orang tua, kalau dalam setahun usahaku tidak berhasil, jadi apa saja aku mau”, tuturnya. Ayah ibunya pun setuju setelah mendengar tekadnya itu.

Kak Agung pun mulai menikmati wanginya bisnis binatu kiloan. Omzet total sebulan tak kurang dari Rp 3 miliar. Sejak setahun lalu, dia berkantor di gedung tiga tingkat di atas lahan 150 meter persegi di tepi jalan raya Monjali, yang meruKakan kantor miliknya sendiri. Kerja sama dengan pengusaha di Malaysia sedang dijajaki. Dia juga diganjar berbagai penghargaan.

“Saya bahagia bisa membuka lapangan kerja,” kata Kak Agung, yang sudah menyerap hampir seribu tenaga kerja. Itulah yang mendorongnya terus berinovasi, antara lain dengan menggunakan detergen ramah lingkungan buatan mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Gadjah Mada. Bersama salah seorang kenalannya, bekas karyawan PT Dirgantara Indonesia yang lulusan Jerman, dia juga membuat mesin pengering hemat energi.

* * *

Wooooww!! Begitu banyak pelajaran dan teladan yang bisa kita petik dari sosok Kak Agung ini! Tidak hanya untuk Adik Bintang, namun Kakak Bintang, staff hoshiZora dan seluruh masyarakat Indonesia dan dunia perlu meneladani jiwa besar dan semangat membara Kak Agung ini. Terakhir, baca pula testimonial Kak Agung nutuk hoshiZora:

“Bagi para pengusaha mari jadilah pengusaha yang sukses dengan banyak memberi manfaat. Salah satunya dengan ikut berpartisipasi di dalam program2 hoshizora. Untuk rejeki yang diperoleh di sedekahkan untuk dikelola oleh hoshizora. Demi mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena faktor utama kemiskinan juga karena kurangnya ilmu yaitu pendidikan.
Hoshizora sangat bagus sekali programnya, tepat sasaran sehingga bisa membantu anak yang kurang mampu untuk dapat bantuan biaya sekolah, selain itu juga ada pendampingan dan motivasi bagi para adik bintang sehingga semangat belajar untuk menjadi yang terbaik muncul.”


BIODATA KAKAK BINTANG

• TTL : Bandar lampung, 15 November 1984
• SMP : SLTP N 14 Yogyakarta
• SMA : SMUN 11 Yogyakarta
• Kuliah : UGM Fakultas Hukum
• Industri : Layanan Usaha
• Jabatan : Presiden Direktur/ CEO
• Lokasi : Yogyakarta : DIY : Indonesia
• Visi : “menjadikan produk asli Indonesia bisa merambah ke pasar internasional”


Kapan kapan, kita adakan talkshow motivasi dengan Kak Agung yaa..  Jangan lewatkan hoshiZora Forum edisi berikutnya!!

.

Hoshizora FoundationSuccessful Entrepreneurs Who Care About Education