Latest News

Pantang Putus Sekolah, Kisah Perjuangan Makrus dan Ratusan Anak Indonesia Berhasil Selesaikan Pendidikan Wajib 12 Tahun

Yogyakarta Hoshizora Graduation 2022 pada Minggu, 31 Juli 2022 mengundang 143 Adik Bintang atau sebutan untuk para penerima beasiswa di Hoshizora Foundation, yang berhasil menyelesaikan 12 tahun pendidikan wajibnya di tengah kesulitan secara ekonomi. Salah satunya adalah Makrus Arizal, atau akrab dipanggil Makrus. Ia naik ke atas panggung untuk membagikan cerita perjuangan pendidikannya hingga berhasil lulus sekolah menengah atas. 

Cerita Makrus sebagai Adik Bintang dimulai sejak tahun 2014. Jauh sebelum mendapatkan beasiswa, Makrus bersama kedua orang tuanya merantau dari tanah Tegal menuju ke Musi Banyuasin, Sumatera Selatan ketika ia kelas 2 SD. Orang tua Makrus mendapatkan pekerjaan di pabrik kelapa sawit, sehingga ia harus pindah di tengah semester sebelum menyelesaikan sekolahnya. Ayahnya bekerja sebagai pemanen sawit, sedangkan Ibu sebagai tukang semprot kelapa sawit. 

Makrus merupakan salah satu anak yang beruntung karena orang tuanya tetap menyekolahkannya di tengah lingkungan yang kurang mendukung di perantauan. Hampir seluruh orang tua di lingkungan pabrik sawit memprioritaskan anaknya untuk bekerja di kebun dibandingkan sekolah. Orang tuanya berharap agar pendidikan yang layak bisa mengantarkan Makrus mendapatkan pekerjaan dan masa depan yang lebih baik.

Semangat orang tuanya membuat Makrus sangat senang belajar hingga ia bisa menuai prestasi di sekolah. Sayangnya, kondisi geografis di tempatnya tinggal menjadi tantangan yang cukup berat, terutama ketika musim hujan. Lokasi yang jauh dari sekolah diperparah dengan kondisi jalanan yang tergenang air sehingga tidak memungkinkan untuk diakses. Kondisi tersebut cukup berbahaya bagi Makrus untuk sampai ke sekolah, sehingga ia terpaksa absen selama tiga bulan dan menyebabkannya tidak naik kelas. 

Meski menghadapi tantangan ini, semangat belajar Makrus tidak pernah luntur dan ia tetap menjadi juara kelas lagi di tahun ajaran selanjutnya. Berkat kegigihannya, seorang guru di sekolah mendaftarkan Makrus ke program Beasiswa Mimpi Anak Negeri saat ia menginjak kelas 5 SD. Beasiswa ini membantu Makrus untuk lebih semangat berangkat ke sekolah.

Menjelang kenaikan ke jenjang sekolah menengah pertama, orang tua Makrus memutuskan untuk pulang kampung ke Tegal. “Waktu masa orientasi siswa, Makrus sempat minder sekali, karena usia Makrus kan lebih tua dan badannya Makrus lebih tinggi dibanding teman-teman yang lainnya.” Akan tetapi, ia berusaha melawan agar rasa minder agar tidak menyurutkan semangat belajarnya. Makrus membuktikannya dengan tetap berprestasi, bahkan akhirnya bisa menjadi ketua OSIS serta aktif di berbagai organisasi sekolah lainnya. 

Selama menjabat sebagai ketua OSIS, Makrus tidak malu untuk berjualan makanan ringan di sekolah. Hal ini ia kerjakan untuk membantu meringankan beban orang tuanya. Ketika lanjut ke jenjang SMA pun, Makrus harus tinggal jauh dari orang tua. Alasannya, karena sekolah Makrus berlokasi jauh dari rumahnya yang ada di desa, sehingga ia harus tinggal menumpang di rumah paman dan bibinya untuk bisa terus melanjutkan sekolahnya. Ia tidak pernah sedih karena ini semua adalah bentuk perjuangannya agar bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.  

Perjuangan pendidikan Makrus tersebut tidaklah sendirian. Selama menjadi Adik Bintang di Hoshizora Foundation, ia mendapatkan dukungan pendidikan secara langsung dari Kakak Bintang atau kakak asuh pemberi beasiswa. Selain itu, Makrus juga aktif mengikuti seluruh kegiatan pengembangan kapasitas di Hoshizora Foundation untuk menggali lebih banyak ilmu di luar bangku sekolah.

“Bukti nyata bahwa dukungan dari orang tua, guru atau koordinator yang membantu menyalurkan beasiswa ke wilayah luar Yogyakarta, Kakak Bintang atau donatur, serta berbagai pihak mampu mengantarkan para Adik Bintang Hoshizora dapat menyelesaikan minimal 12 tahun pendidikan meski mengalami keterbatasan finansial. Terutama bagi Kakak Bintang, dukungan mereka tidak hanya dalam bentuk finansial, namun juga motivasi dan inspirasi yang menguatkan semangat anak-anak Indonesia mengejar mimpi dan cita-citanya. Di event Hoshizora Graduation 2022 kali ini, kami mengangkat tema “Are You Ready for the Next Level?” untuk membantu para Adik Bintang ini mempersiapkan diri menghadapi langkah baru setelah menyelesaikan pendidikan menengah atasnya.” ungkap Yudi Anwar, Direktur Eksekutif Hoshizora Foundation.

Kegiatan Hoshizora Graduation 2022 yang didukung oleh Glow and Lovely ini secara resmi meluluskan 99 Adik Bintang dari Yogyakarta dan 44 Adik Bintang dari luar wilayah Yogyakarta di tahun 2022. Setelah upacara kelulusan ini, mereka secara otomatis tergabung sebagai Alumni Bintang untuk mendapatkan program-program dukungan bagi alumni penerima beasiswa Hoshizora. Dengan tergabung dalam komunitas ini, para alumni akan terkoneksi dan mendapatkan dukungan untuk mempersiapkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, persiapan bekerja, ataupun persiapan memulai karier sebagai seorang entrepreneur.

Hoshizora FoundationPantang Putus Sekolah, Kisah Perjuangan Makrus dan Ratusan Anak Indonesia Berhasil Selesaikan Pendidikan Wajib 12 Tahun