Latest News

Cerita Adik Bintang: Menjelajah Mimpi di Hoshizora Forum ke-13

Cerita berikut dituliskan oleh salah satu Adik Bintang Hoshizora yang gemar menulis di blog pribadinya, yakni Ayu Rahmawati Kautsar Deni. Ia menuturkan pengalamannya mengikuti Hoshizora Forum ke-13 yang menghadirkan narasumber-narasumber inspiratif, seperti I Made Andi Arsana, Birrul Qodriyah, serta Dian Sastrowardoyo. Pada sesi penutupan, lagu Hoshizora yang diciptakan oleh Ayu dinyanyikan bersama-sama seluruh keluarga Hoshizora. Semoga cerita Ayu ini menjadi inspirasi bagi kita semua. Selamat membaca!

***

Sabtu, 27 Desember 2014. Merupakan hari yang saya tunggu-tunggu. Yayaya, karena hari itu adalah hoshiZora Forum #13 : Jelajah Mimpi dengan tagline : Semangat, Jadi Hebat! Sudah lama saya menunggu-nunggu forum ini, mengingat forum terakhir yang saya ikuti sudah satu tahun lebih yang lalu, tanggal 30 Juni 2013.Akhirnya, setelah lama menanti, saya dapat mengikuti hoshiZora Forum juga!Akhirnyaa.. :3

hoshiZora Forum #13 kali ini mengambil tempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Acara dimulai sekitar pukul setengah sembilan. Namun saya dan teman-teman sudah berkumpul di pos bus masing-masing sejak pukul enam. Ya, kami berangkat bersama-sama dengan bus yang memang sudah disediakan oleh hoshiZora.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Kak Meta, lalu sambutan oleh presiden hoshiZora yang kemarin baru saja mendapat penghargaan Woman of Worth Indonesia, Kak Megarini Puspasari. Kak Mega menceritakan tentang awal berdirinya hoshiZora tahun 2006 lalu, dengan adik bintang pertama sejumlah 18 orang. Wow, benar-benar perjuangan yang sangat besar mengingat sampai sekarang jumlah adik bintang lebih dari 1000 orang. Salut!

Sambutan dari Kakak Cantik, Kak Megarini Puspasari :)Sambutan dari Kakak Cantik, Kak Megarini Puspasari 🙂

Lalu, ada ikrar adik bintang yang dipimpin oleh salah satu adik bintang dari jaman pertama kali dibentuk hoshiZora dulu. Pengucapan ikrar adik bintang ini benar-benar saya hayati. Yayaya, karena kami suatu saat nanti benar-benar akan menjadi pembangun bumi pertiwi!

Yap, akhirnya sampailah ke acara inti. Pembawaan motivasi oleh Kak I Made Andi Arsana, dosen Teknik Geodesi dan Geofisika UGM. Kak Andi menceritakan tentang perjuangannya dari dulu tentang mengenyam pendidikan. Meskipun dari keluarga sederhana, namun Kak Andi telah mengarungi berbagai negara. Menjadi salah satu duta PBB dalam pembicaraan batas wilayah kelautan di Somalia. Berfoto dengan banyak pejabat negara. Sangat menarik. Dan yang paling saya ingat tentang Kak Andi adalah pesannya tentang pendidikan itu sendiri. Bahwa pendidikan itu membuat orang tidak mudah takut, tidak mudah heran, dan tidak mudah menghina. Melihat sekarang banyak sekali orang yang merasa ‘terdidik’ namun masih ringan mulutnya untuk menghina sesama. Dan juga salah satu quote yang saya ambil dari Kak Andi sampaikan kemarin adalah, “If people are not laughing at your goals, your goals are too small.” Jadi kita tidak boleh takut bermimpi, tidak boleh takut ditertawakan orang. Karena suatu saat, kalau kita yakin dan berusaha dengan kuat, mimpi kita pasti akan terwujud. Insya Allah.

Bagaimana kiat “bermimpi” dengan benar menurut Kak I Made Andi? Tentu saja hal yang pertama kali dilakukan adalah BANGUN. Bangun dari tidur, karena kita akan segera berjuang. Bergerak. Lalu, tentu saja BELAJAR dan BERUSAHA keras serta JANGAN MENYERAH. Dan ketika kita sedang mengejar sesuatu atau akan melakukan sesuatu, maka kita harus BERLATIH sampai hampir mati. Di sini Kak Andi menceritakan tentang presentasinya yang hanya dialokasikan waktu 10 menit, dan Kak Andi berlatih berpuluh-puluh kali, dari awalnya menghabiskan waktu 20 menit menjadi 10 menit. Itu tidak mudah, tentu saja. Tapi ketika kita benar-benar berlatih dan bersungguh-sungguh, maka hal itu akan menjadi mungkin, dan bahkan kita akan menguasainya. Lalu, NETWORKING. Berjejaring. Siapa yang tahu bahwa sahabat kita suatu saat nanti akan menjadi mitra professional? Maka, jangan sia-siakan sahabat. Berlatihlah untuk berkenalan dengan orang dan berinteraksidengan orang. Berbuat baik dengan sesama juga. “I do good, I feel good. I do bad, I feel bad.” Last but not least, restu ibu dan berdoa kepada Allah. Karena doa orangtua tentu saja sangat besar dampaknya kepada kita. Dan sebesar apapun usaha kita, Allah lah yang menentukan.

Motivasi oleh Kak I Made Andi ArsanaMotivasi oleh Kak I Made Andi Arsana

Lalu, ada motivator lagi yang sudah pernah saya temui sebelumnya di hoshiZora Forum #12 kemarin, yaitu Kak Birrul Qodriyyah. Kakak cantik ini benar-benar sangat menginspirasi. Ceritanya tentang tiga mimpinya yang akhirnya terwujud sejak terakhir kali kita bertemu. Menjadi mahasiswa berprestasi nasional, mengikuti student exchange ke luar negeri, dan juga berbincang-bincang dengan Presiden Republik Indonesia kala itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Keren! >

Kakak Cantik Inspiratif, Kak Birrul QodriyyahKakak Cantik Inspiratif, Kak Birrul Qodriyyah

Yap, laluada surprise buat kami semua. Hadirnya seorang bintang yang tentu berkali-kali sudah kita lihat di televisi. Kak Dian Sastrowardoyo! Kehadirannya membuat suasana ruangan menjadi sedikit rusuh dan ramai hehe. Semua langsung mengeluarkan handphone dan tidak melewatkan kesempatan untuk memotret sang bintang ini :3 Kak Dian Sastrowardoyo benar-benar ada di depan mata saya, hehe. Di sini Kak Dian memberikan pemaparan tentang beasiswa yang akan diberikan oleh foundation milik Kak Dian. Selain itu, Kak Dian juga menceritakan tentangperjuangannya menjadi seorang model Gadis Sampul yang ternyata benar-benar keras. Saya belajar banyak dari cerita Kak Dian ini. Untuk menjadi seorang yang terpilih menjadi model Gadis Sampul, Kak Dian melakukan riset. Kak Dian mengumpulkan data-data pemenang Ajang Gadis Sampul dan mencari benang merahnya. Belasan kliping Kak Dian kumpulkan dan pelajari dengan seksama. Nah, ini bisa kita ambil pelajaran. Misal, mencari beasiswa kuliah ke luar negeri, maka kita dapat mencari cerita-cerita dan data-data yang tentu sudah banyak bertebaran diinternet tentang orang-orang yang berhasil menjadi penerima beasiswa tersebut. Kita pelajari dan kita bandingkan dengan keadaan kita, apakah kita layak? Apakah kita pantas? Jika belum, pantaskan diri kita! Kak Dian juga memantaskan diri menjadi seorang yang ‘berkepribadian’ yang kala itu Kak Dian tafsirkan sebagai ‘tomboy’. Bagian ini agak kocak sebenarnya, mengingat tafsiran Kak Dian sendiri tentang makna ‘kepribadian’. Kak Dian berusaha untuk menjadi ‘berkepribadian’ dengan mengikuti kegiatan silat di sekolahnya, berlari bertelanjang kaki sejauh 10 km, yang akhirnya membuat kaki Kak Dian kapalan hingga saat ini :D, memecahkan barang-barang berat, semuanya dilakukan Kak Dian untuk memenuhi kriteria ‘berkepribadian’. Mimpi Kak Dian menjadi seorang model tentu bukan tanpa halangan. Keluarga sendiri banyak yang tidak percaya bahwa Kak Dian akan berhasil. Namun, Kak Dian membuktikan bahwa Kak Dian pantas terpilih menjad isatu diantara lebih dari sembilan ribu orang yang mendaftar kala itu. Usaha Kak Dian menunjukkan kepada kami bahwa Kak Dian yang kita kenal sekarang bukan hanya dengan ‘modal tampang’ semata. Ada niat yang besar dan usaha yang keras di balik itu semua.

Kakak Bintang TV, Kak Dian Sastrowardoyo! :3Kakak Bintang TV, Kak Dian Sastrowardoyo! :3

Nah, akhirnya kami adik bintang dibagi menjadi beberapa kelompok dan dipandu oleh kakak-kakak alumni adik bintang. Dalam kelompok itu, kakak-kakak berbagi pengalaman mereka tentang mimpi mereka. Dan akhirnya, kami diberi sebuah kertas untuk dituliskan harapan dan cita-cita. Apa bedanya harapan dan cita-cita? Hmm.. berdasarkan yang saya pelajari dari Kak Birrul, harapan adalah sesuatu yang masih general, belum spesifik. Sedangkan cita-cita sudah spesifik. Yap, itu sih bedanya. 🙂 Lalu, kami menggantungkan kertas itu di “pohon tanabata”. Hmm.. semoga harapan dan cita-cita kami semua dapat terwujud. Tentu dengan usaha dan doa yang keras! >

Huff, itulah isi materi dari hoshiZora Forum #13 kemarin. Menyenangkan sekali. Masih banyak sebenarnya, tapi ternyata tulisan ini juga sudah sangat banyak. ==”

Acara ditutup dengan dengan dengan aaaaaaak.. menyanyikan lagu yang kemarin sudahsaya ciptakan, hoshiZora Song yang diberi judul : Bermimpi, Berjuang, Bersama!:3 Ini agak memalukan buat saya karena harus menyanyi di depan sekaligus juga membanggakan HAHA. Yap, sesuai dengan lagu tersebut, kita Bermimpi, Berjuang, Bersama!

Nyanyi! Wkwkwk. Dan jilbabku berantakan, belum sempat ngaca :( Tapi tidak apa-apa! Tetap semangat untuk tampil di depan! B)Nyanyi! Wkwkwk. Dan jilbabku berantakan, belum sempat ngaca 🙁 Tapi tidak apa-apa! Tetap semangat untuk tampil di depan! B)

Well, bagi teman-teman yang ingin mendengarkan theme song hoshiZora : Bermimpi, Berjuang, Bersama bisa menuju ke https://soundcloud.com/hz_foundation/hoshizora-song-bermimpi-berjuang-bersama-mixdown (bisa streaming atau download loh.. :3) Vokal oleh Kak Meta dan aransemen oleh BIJAZ :3

Pendidikan adalah hak segala bangsa. Nah, bangsa yang seperti apa? Tentu saja.. bangsa yang kuat cita-citanya, yang selalu berusaha keras serta tidak mudah menyerah,dan sadar bahwa dia adalah penentu kehidupan Indonesia. Mari menjadi bangsa yang seperti itu!

Foto Bersama (Ada Kak Dian Sastro loh.. :3)

Foto Bersama (Ada Kak Dian Sastro loh.. :3)

Semangat menjalani hari-hari di tahun 2015 ini! Semangat menggapai mimpi! 😀
BERMIMPI, BERJUANG, BERSAMA!!

Hoshizora FoundationCerita Adik Bintang: Menjelajah Mimpi di Hoshizora Forum ke-13

Related Posts